Alternate between imagination and fantasy, and a rooted sense of reality

Ingat Wright bersaudara? Mereka berdua berimajinasi untuk bisa terbang di angkasa. Mereka memiliki mimpi untuk bisa melihat bumi dari langit.

Ingat Alexander Graham Bell? Dia bermimpi untuk bisa berkomunikasi dengan orang lain dengan jarak yang jauh.

Ingat Tsai Lun? Dia berpikir untuk menemukan sesuatu yang bisa dengan mudah dipakai untuk menulis, walau ada tragedy mengenaskan setelah penemuannya itu.

Apa kesamaan dari ketiganya?? Ya!! Tepat.. ketiganya memiliki imajinasi yang tentu saja pada saat itu adalah hal gila.. mereka memiliki imajinasi dan impian yang hebat. Akan tetapi, kalau kita lihat, mereka berhasil mengeksekusinya alias menjadikannya kenyataan.

Mereka adalah orang yang kreatif, memiliki impian, yang akhirnya, menjadi akar dari kenyataan di masa depan.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: