sebuah catatan pada: jumat, 16 sept 05

ketika ketiadaan adalah tujuan dari hidup

aku akan melangkah dalam kegalauan hatiku

ketika mata telah buta

aku meraba dalam cahaya

aku adalah pedang yang tumpul

tak siap melawan musuh yang mulai beringsut dari tempatnya

aku rapuh dalam balutan kain hitam

sendiri dan tak merasa apapun

masaku telah habis bersama denyut yang melemah

aku jatuh dalam sendiri yang tak berujung

ragaku luluh lantak dalam zaman yang berubah

jiwaku terkunci bersama ribuan bangkai busuk

hatiku membatu bersama jutaan teori

ketika sel- selku ada, jantungku telah tiada

ketika terangku datang, bayangku telah hanyut bersama ribuan butir pasir

dan saat jiwaku kembali, ragaku hancur tak bersisa

aku pergi bersama desau angin

melangkah dalam tanya yang lama

meninggalkan jutaan waktu yang telah berhenti dalam sunyi

dan aku kembali bersama kesendirianku…

sebuah catatan pada: jumat, 16 sept 05

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: