sekali lagi.. keegoisan..

Hai, kawan.. sejuta tangis tak akan pernah menggentarkanku.. berliter- liter air mata tak akan pernah menyentuhku..

Hai, kawan.. bila tak kau katakan aku tak akan mengerti..

Hai, kawan.. kita hanya saling menunggu di sini.. tanpa ada pergerakan..

Hai, kawan.. aku tak bisa berkata.. yang kubisa hanya menulis.. maafkan aku.. mohon mengertilah.. karena tiap orang berbeda, dan aku di sini hanya satu dari jutaan orang yang menjerit hanya lewat gerakan tangan pada tombol- tombol alat berteknologi ini..

Hai, kawan.. aku ini egois..

Advertisements

Keegoisan..

Kau merasa pernah mengenalku? Hah! Bohong.. Kau tidak tahu siapa aku.. Kau hanya menilai dari satu sudut pandang.. Kau hanya menilai seekor gajah dari belalainya.. Kau hanya melihatku dari balik kabut yang semakin menebal.. Kau merasa telah menggengamku, tetapi masih belum.. Lihat! Aku sedang menari- nari di sini.. Kau hanya mendapatkan hembusan angin dari gerakanku yang gemulai.. menggenggam sesuatu tak berbentuk.. Kau merasa telah memberiku berliter- liter air pelepas dahaga.. Tapi kau tak pernah tahu, betapa itu sangat tidak cukup.. Aku tidak hanya haus.. Aku butuh.. aku membutuhkanmu yang merasa telah menggenggamku.. Kau tahu? Kau tak pernah melihat ke dalam diriku.. Hanya bertanya hal- hal besar yang akan kita raih di masa depan.. Pernahkah kau bertanya tentang perasaanku? Pernahkah kau menyadari betapa sepatah kata darimu sangat berarti besar untukku? Peernahkah kau merasa, bahwa hal sepele, hal kecil sangat berarti bagiku? Pernahkah kau tahu bahwa aku butuh untuk dibutuhkan? Pernahkah kau tahu aku tak mengerti kebisuan? Pernahkah kau mengerti aku sudah sedikit lelah mengerti tentangmu? Pernahkah kau tahu bahwa aku KOSONG?

Hei.. lihat aku.. aku kosong..

Tatapanku..

Ragaku..

Jiwaku..

Hatiku..

Pernahkah kau tahu?

Maafkan aku.. ini hanya sedikit keegoisanku..